seketika saya ingat tawaran seseorang, tawaran yang sedari dulu saya hempaskan untuk saya pikirkan.
Tawaran itu hadir kembali menggoda saya, sedikit memaksa saya untuk menerimanya.
saya tertawa kecil dalam hati, tawaran simalakama...
tawa saya terhenti, manakala saat ini datang...
saya menelan ludah.
perlu suatu anomali, untuk saya dapat menerimanya...
saya kembali terhempas dalam kebingungan yang dalam

