Thursday, April 16, 2015

Pengalaman menjadi mysterious shopper

42 comments:
Selamat siang semuanya.
Akhirnya posting lagi. Kali ini mau berbagi cerita tentang kegiatan mengisi waktu luang dan dibayar. 
Cling cling *bunyi koin Euro (eh ada ga sih koinnya?)

Kalo judulnya kaya gitu, saya masih jadi mysterious shopper ga sih? *tersingkap :D

Jadi ya, saya itu termasuk orang yang tidak beruntung di undian2 berhadiah,
juga kurang beruntung untuk menang di giveaway2 maupun kontes blog,
lagi sepi tawaran review produk ini itu seperti temen2 blogger lainnya,
ahahaha… kesian nian nasibku.

Maka, saya mencoba menjadi mysterious shopper dan kali ini ada hasilnya. HAHAHAHAHA *akhirnya ada juga keberuntungan di ladang yang lain.

Sebenernya mau nulis pengalaman ini udah sejak 2 bulan yang lalu, Cuma kan ya saya musti ngalamin sendiri dulu sampe bener2 payment release. Lah kalo saya ngerekomendasiin tapi ternyata Cuma scam, bisa mencemarkan nama baik saya dong. Hohohoho.

Jadi, singkat kata saya jadi mysterious shopper nya Helion, mendatangi toko2 yang ditunjuk, melakukan observasi lalu submit laporannya ke Helion dalam hari yang sama. Hasil laporan evaluasi kita akan direview, difinalisasi dan kemudian kita menerima pembayaran hasil kunjungan tersebut.

Pembayaran beneran loh, karena saya udah nerima pembayarannya via Skrill dalam mata uang USD. Pengalaman jadi pembelanja misterius yang di bayar ini adalah benar. CATET. hihihi.

Ini screenshotnya notifikasi penerimaan dana via email. Btw, postingan ini bukan postingan web2 replikasi MLM yang menampilkan screenshot uang masuk ke rekening ya. LOL.



Gimana caranya jadi mysterious shopper? Gampang kok.
  1. Pastilah daftar dulu ke Helion, isi data diri dsb2 dengan sebenar2nya dan verifikasi ID card dengan cara kirim poto ID card kita. Saya waktu itu submit file e-ktp. Setelah diverifikasi,  file tersebut dihapus. Daftarnya FREE ya, alias ga bayar apa2 sepeser pun. 
  2. Lengkapi profil sampai presentasenya lengkap. Update : minimal 85% untuk bisa apply assignment.   Kalo 100% lebih mudah dan dipercaya untuk melakukan kunjungan ke toko2 yang available, sebelum diambil mysterious shopper lainnya. Kalo ga salah waktu itu saya ikutan salah satu e-trainingnya untuk melengkapi hingga 100%.
  3. Untuk payment, bisa via paypal maupun Skrill. Kalo saya, pake Skrill karena ga punya CC. Paypal kan harus punya CC untuk verifikasinya. Kalo bernasib seperti saya yang ga punya CC, bisa daftar skrill disini.  Update : ternyata dibagian awal daftar skrill Ada pertanyaan ttg currency yg digunakan unt akun skrill kita. Bisa pilih euro ternyata! Nyesel kenapa pilih USD, Karena kan kalo di rupiahin, lebih besar Euro >.<   Dari Skrill nanti bisa withdrawl ke bank local, bisa di google caranya, karena saya belum withdrawl ke bank local lantaran mau nunggu sampe menjadi bukit.  Ahahaha. Pastikan payment profile akun Helion ini sudah terisi dengan yakin dan terverifikasi sebelum menerima pembayaran awal.
  4. Tunggu sampai akun kita terverifikasi. Setelah terverifikasi, kita bisa milih toko yang kita inginkan. Di ‘available evaluation’ tertera alamat dan jarak dari tempat kita sekarang ke toko2 tersebut.  Untuk pemula, biasanya dibatasi hanya  4 toko pada awalnya dan mendapat persetujuan Community Manager sehingga masuk ke ‘My Current Evaluation’. Kalo belum ada di my current evaluation, jangan keburu inisiatip untuk melakukan kegiatan tersebut. Karena, apa yang harus kita kerjakan, apa yang harus dicatet, ada detailnya lengkap beserta trainingnya di setiap assignment. Trainingnya dalam bahasa Indonesia kok Setelah kuisioner sudah disubmit, bisa apply lagi kok.
  5. Biasanya kalau kita dapet assignment, ada notifikasinya via email. Ikuti cara2nya, lakukan kunjungannya, lalu  jawab kuisionernya. Isi kuisionernya sih Cuma kaya pilihan ganda, kalopun nulis kalimat bahasa inggris, Cuma dikit. Tinggal tunggu komen dan penilaian dari Helion. Kalau sudah OKE, fee assignment itu akan masuk ke payment profile dan dijadwalkan dibayarkan sekitar tanggal 20 di bulan berikutnya. 
  6.  Kalau ada pertanyaan, bisa langsung e-mail Community Manager. Emailnya pake bahasa Inggris, don’t worry ada google translate :D. Doi helpful banget dan fast respond dan juga ganteng. Oiya, karena doi tinggal di belahan dunia lain, Antwerpen-Belgia, otomatis time zonenya juga beda. Untuk menyiasati perbedaan waktu ini, saya add waktu Paris di tablet saya *karena Antwerpen ga ada pilihannya di tablet saya, supaya ngeh kapan waktu yang tepat untuk berkomunikasi. 
  7. Tiap kunjungan, berbeda2 fee nya dan semuanya dalam Euro, namun ada infonya juga kok berapa nilai IDR nya, sehingga ga usah repot2 nelpon ke money changer berapa kurs sekarang. Tapi pas masuk ke Skrill saya, otomatos berubah jadi USD Karena pas awal pembuatan skrill, saya memilih Mata uang USD.
  8. Tiap kunjungan pun beda2 tujuan tokonya. Kemarin saya melakukan kunjungan ke toko2 komputer dan gadget di mal2 atau pusat perbelanjaan seperti ITC.

TIPS dari mysterious shopper yang baik hati :D 
  • Biasanya saya pilih lokasi yang deket2 dulu, coba apply untuk 1 tugas pertama untuk merasakan atmosfernya, deg2an nya, tahap2 persiapannya. Setelah itu, kita nilai sendiri, kira2 kita mampu ga melakukan hal ini lagi Dan menemukan 'sela' Dan kenyamanan? Kalau yakin mampu untuk tugas selanjutnya, silahkan apply lagi dan ambil sekaligus beberapa toko supaya ga besar ongkos+jajan cari wifi daripada jumlah fee.  Kalo saya, pasti nyari yang sekitaran Bekasi. Baru agak jauhan dikit. Tapi kadang kalo saya dihubungi langsung via email sama Community Manager untuk melakukan kunjungan ke mol tertentu, bisa juga melalang buana.  Dari assignment kemarin, mol terdekat adalah BCP dan mol terjauh adalah Ambassador Kuningan pake hujan badai dan boyong bocah.
  • Perhatikan due date nya. Kalo saya sih, apply dari jauh2 hari TANPA mengubah due datenya (dalam hal ini memajukannya sehingga bisa melakukan kunjungan kapan saja sebelum due date), sehingga bisa atur jadwal kunjungan. Kalo saya, biasanya segera disubmit sebelum due datenya.
  • Saya  biasanya melakukan kunjungan di hari kerja dan jam lenggang. Siang sekitar jam 2an, supaya sore udah sampe rumah lagi dan menjelma lagi jadi ibu rumah tangga yang tidak misterius. Ahahaha.
  • Kalo pun ditugaskan untuk ke tempat yang jauh, kadang saya sesuaikan jadwal dengan kepergian untuk membeli sesuatu di tempat yang sama. Tapi fleksibel sih, kita bisa nolak juga kok.
  • Bawa pulpen dan kertas buat coret2 setelah keluar dari tokonya, supaya ga lupa informasi yang kita lihat dan dengar tadi.

Sekarang ini sedang berlangsung projek Worldwide  dan buanyak banget toko2 yang tentunya di luar jangkauan saya.

Kali aja ada yang berminat jadi pembelanja misterius untuk melakukan kunjungan ke toko2 tersebut. Daripada nganggur, mendingan iseng2 jalan2 ke mol. Sebelumnya jangan lupa cek, apakah di mol tersebut ada toko yang bisa dikunjungi dan mendatangkan uang? Pulangnya baru deh ngopi dan wifi an sekalian submit report. Ahahaha.



Wednesday, March 18, 2015

IRT tanpa ART

41 comments:
Kali ini mau cerita2 tentang pekerjaan Rumah *ya namanya juga ibu2 :D

Postingan ini terinspirasi dari lamunan saya yang bertema, mengapa saya tidak mempunyai ART.
Huahaha. Lamunan ga penting sembari ngerjain kerjaan Rumah.

Terus terang, sejak berhenti bekerja Dan jadi ibu Rumah tangga, sempet syok! Ishh kerjaan Rumah ga Ada abisnya, dari bangun tidur sampe tidur lagi. Beda ya sama kerjaan kantor yang Ada jam kerjanya misalnya 8-5.
Tapi lama kelamaan, kalo dikerjain terus2an pasti nemu ritmenya Dan bisa atur strategi 'Cara cepat' ngerjain segala sesuatunya. Ibaratnya, jam 12siang udah beres semuanya, dari mulai beberes sampai nyuci baju *emak2 tanpa ART bingit ya XD


Ga cape? Ya pasti cape lah.
Trus, kalo cape kenapa ga pake bantuan ART?
Nah, ini dia Ada beberapa kasus yang terjadi.

#1
Datenglah orang yang bebantu nyetrika, ga nginep. Doi bilang, udah BISA nyetrika. Saya anggap udah ngerti gimana caranya nyetrika, Jenis panas yg digunakan untuk masing2 bahan, Cara melipat, Cara menggantung, apa aja yg boleh Dan ga boleh disetrika. Oke sip.
Nyatanya? Doi nyetrika clana panjang polyester yg biasa dipake kerja oleh suami saya dengan panas pol, 3dot/titik di setrikaan Dan hasil nya, clananya jadi mengkilap dengan pola setrikaan dimana2.

Kalo Saya biasanya nyetrika bahan seperti itu dengan menggunakan lapisan. Jadi, clana tersebut diatur posisinya sedemikian rupa sehingga siap disetrika, kemudian dilapisi Kain, Dan saya menyetrikanya diatas Kain itu dengan panas poll. Jadi panas nya dan pola setrikaan ga langsung ke clana. Pakaian rapi tanpa bekas kilauan setrikaan.
Saya maunya dia nyetrika seperti Cara saya, tapi saya ga dikomunikasikan ke orang tersebut *salah saya

#2
Setelah baju selesai dicuci oleh mesin, langkah selanjutnya adalah menjemur. Saya ngambil baju yg selesai di cuci dari embernya, langsung saya jembreng atau saya gantung di hanger.

Kalo mertua saya, biasanya sebelum dijembreng atau digantung, Ada tahapan yg disebut dikibas dengan tujuan supaya ngejembrengnya/ngegantungnya jadi rapi.
Beliau berharap saya melakukan tahapan kibasan itu.  Tapi sayanya males, dengan asumsi : ngejemur ga perlu rapi2, toh ntar disetrika baru rapi *mantu males :D

#3
Suami saya sebenernya ga males ngerjain kerjaan Rumah. Cuma kadang saya yang keki Karena tahapannya beda seperti yg biasa saya lakukan. Kadang saya protes Karena harusnya tahapannya bla bla bla, bukan seperti itu.
Tapi kemudian saya pergi mengerjakan yang lain daripada keterusan keki, yang penting hasil nya sama. Ya itu kamar Mandi bersih, ya botol2nya si Arman bersih dsb.

Dari 3 kasus di atas, kira2 nemu korbannya garis merahnya? Garis bawahi kata : kalau saya, kalau mertua saya.

So, jawaban dari pertanyaan : "kenapa ga pake bantuan ART?"


Karena sebenernya saya bukan butuh ORANG LAIN untuk ngerjain tugas-yg-biasa-saya-kerjakan-tapi-ga-kepegang tapi saya butuh kloningan diri saya untuk melakukan semua hal dengan Cara saya.

Yang kayanya ga tega memaksakan cara itu ke orang lain. Sekarang susah Dan mahal juga nyari ART yang mau kerja, apalagi yang harus plek2 ngikutin Cara kita.

Ya kalo mau tahapan Cara kerja seperti yg kita mau, saya memilih untuk mengerjakannya sendiri. Hasil nya adalah kepuasan diri sendiri tanpa keki berkepanjangan.

Saya perfeksionis? Ga juga, tapi menurut saya si ratu yang empunya istana, Cara saya adalah Cara yang paling oke untuk semua hal pekerjaan istana (saya).

Tapi kembali lagi kepada penguasa istana masing2, Ada yg memang memerlukan ART lantaran suami istri bekerja di kantor.
Kadang ada juga yg butuh-ga butuh, tapi terpaksa pakai jasa orang lain dengan kondisi cara pemberi jasa apa adanya, wicis yang ga sesuai dengan Cara kita.

Setiap Rumah pasti punya aturan masing2, kalo emak2/bapak2 punya cerita lain tentang Cara mengurus istananya Dan ART?

Thursday, March 12, 2015

new header from annisast.com

50 comments:
Coba sodara2 liat, yang paling atas.
Ada yang baru ga?
Hm... Kalo di tampilan mobile keliatan gag ya?

Masih gag ngeh?
Ini mamennn... *teriak pake toa


Iyeyyyy!!!
Header baru!

Emang ya kalo ikutan komunitas pasti banyak untungnya. Salah satunya header ini. Oiya, saya ikutan komunitas KEB (Kumpulan Emak Blogger).
Jadi ceritanya, beberapa waktu lalu di group fb nya, salah satu membernya, mak Icha, menawarkan diri untuk membuatkan header blog untuk 3 org yang beruntung.
Dan kalo cepet2an, udah pastilah saya blakangan. Dan ga kebagian alias gag beruntung. Repot ngurusin si Arman gitu loh *alesan

Gag lama, mak Icha posting lagi. Bikin project share the happiness -buatin header blog. Gratis!

Buru2 daptar. Tapi ya untungnya keburu daftar sebelum threadnya ditutup lantaran membludaknya permintaan. Hihihi. Alhamdulillah beruntung.
Hari demi hari, kumenanti.
Akhirnya dateng juga imel dari mak Icha mengenai header yg seperti apa yg kita mau.
Saya reply agak lama.
Padahal antusias banget.
Karena keantusiasan itu lah, maka tema yang saya mau, berkembang terlalu liar. Ahahaha

Tadi nya pengen Ada tembok cina-great wall. Trus Ada gambar putri Huan Zhu nya. Ah tapi Kayanya itu mah tema pas masih jaman kuliah gitu. Ga representatip banget sama keadaan sekarang.

Pengen juga tema ibu Rumah tangga yang SUPER sibuk ngurusin anak bayi Dan rumah. *lebay pake capslock
Eh tapi kan ntar Arman bukan bayi lagi. Lagian ini mah blog saya, bukan blognya Arman *selfish mom.
Cerita2 Arman Dan keluarga udah saya blog di blog tersendiri.
Ntar orang mikirnya jadi : kalo emak blogger sibuk gini, Mana sempet ngeblog.
Ya Bener sih, tapi kan saya ga ngeblog Karena bingung bahannya apa *ngeles

Mikir2 sembari main sama si Arman. Pikiran melayang2, penasaran.
Akhirnya lah, temanya seorang ratu yg multi role (peran multi). Ya jadi ratu (because it's my name) sekaligus IRT (ibu Rumah tangga ya bukan ibu RT) yang hobi mencuci, yang juga sebagai blogger.
Dan voila!
Jadi deh header tersebut dengan sekali revisi saya yg rempong mau ini itu.

Ada 'drama' preview gambar di tablet.
gambar header awal kok background nya jadi hitam? Padahal saya ga mesen warna hitam?!
Ternyata eh ternyata, kata mak Icha preview di tablet atau hp emang bakalan hitam, tapi kalo di PC bakalan transparent. Pake emoticon ngakak :)))))))))))
O walahhh *tepokjidat

Hasil karya mak Icha bisa dilihat disini. Baguss baguusss.

Senangnya dobel!
Senang Karena punya header blog baru.
Senang juga Karena punya bahan postingan. Wakakakak.

Anyway, makasih banyak ya Mak Icha.

THE HEADER IS PART OF :)
THE HAPPINESS PROJECT
Icons Designed by Freepik